Sebagai pengguna internet, mayoritas dari kita pasti memiliki alamat email, kadang satu orang memiliki lebih dari satu email. Email yang merupakan singkatan dari ‘electronic mail’ pertama kali dikirimkan tahun 1971 oleh seorang engineer bernama Ray Tomlinson yang lupa apa isi email pertama yang dikirimkannya (dan kemungkinan lupa juga siapa yang dikirimnya) . Email saat itu dimanfaatkan sebagai pengganti surat menyurat konvensional yang tidak efisien dari segi waktu dan biaya. Sama seperti metode konvensional berupa kotak surat di depan rumah, email juga dikirimkan ke inbox (kotak masuk) dari pemiliknya.

Mayoritas dari pemilik email ini saya yakin pasti membuka inbox setidaknya sekali dlm sehari. Inbox ini, adalah sesuatu yg bersifat sangat pribadi dan penting bagi pemiliknya. Jadi email yang masuk pun biasanya akan dibaca walau yang dibaca hanya subjeknya saja. Inbox yang bersifat pribadi inilah mendasari munculnya email marketing.

Kemunculan pertama email marketing ini tidak diketahui, namun kemungkinan praktiknya sudah dimulai sejak 1980an. Email marketing biasanya merupakan aktivitas pengiriman email berseri yang bertujuan menjual produk, berita, branding, menambah traffic ke website dsb. Untuk mendapatkan alamat email ini si pemilik produk atau website menyediakan form subscribe / pendaftaran dan dengan pertukaran berupa alamat email si pengisi email akan mendapatkan manfaat berupa email berseri tentang informasi terbaru sesuai topik website tsb..

Sebagai contoh, anda hobi beternak ikan dan menemukan sebuah website yang membahas a-z mengenai beternak ikan. Anda suka mengunjungi website tsb secara rutin dan karena ingin mendapatkan informasi terbaru secara cepat, anda memasukkan alamat email di form subscription website itu. Setiap ada informasi terbaru dari web tsb, email akan dikiirmkan ke inbox anda, termasuk jika web tsb sedang melakukan penawaran dan penjualan produk.

Karena email ini sudah dimiliki dan digunakan oleh pengguna internet awal, email marketing bisa dikatakan salah satu teknik marketing online paling awal. Saya sendiri awalnya kurang tertarik mempelajari email marketing dan lebih suka menggunakan teknik marketing lain seperti SEO dan social media marketing. Namun, menyimak tren akhir-akhir ini saya tertarik untuk mempelajari lebih jauh dulu sebelum belajar dan mempraktikkan teknik ini. Apakah teknik email marketing masih efektif?

Sebelumnya banyak yang memprediksi berakhirnya tren email marketing, entah karena penurunan pada persentase open ratenya (http://www.blizzardinternet.com/news/year/2009/email-open-rates/) atau banyak teknik marketing lainnya yang berkembang seperti social media marketing (facebook, twitter, instagram) dan video marketing (youtube) mengalahkan popularitas email marketing. Belum lagi filter spam penyedia layanan email yang makin canggih dan munculnya pembagian kategori dari Gmail berupa tab Primary, Promotion, Updates, Social. Email yang ‘berbau’ email marketing kemungkinan besar akan masuk kategori Promotion yang menurut beberapa pihak termasuk kecil open ratenya seperti dalam artikel ini http://kb.mailchimp.com/delivery/deliverability-research/place-emails-in-primary-tab-in-gmail. Beberapa fakta tsb cukup memberikan tanda tanya apakah email marketing masih layak untuk dijalankan.

Namun setelah membaca buku “Launch Book” dari Jeff Walker (jika anda seorang internet marketer sangat saya rekomendasikan membaca buku ini !), seorang internet marketing berpengalaman yang menciptakan formula bernama Product Launch Formula / PLF. Bukunya cukup mencerahkan dan ia mengatakan bahwa pada akhirnya sesuatu yang benar-benar bisa kita miliki dan kontrol adalah list. List ini maksudnya adalah database email. Jeff Walker mencontohkan ada banyak pengalaman dan kasus dimana ketergantungan pada media, website dll tidak bertahan lama. Anda masih ingat myspace, friendster dan beberapa social network yang booming pada masanya? Sekarang mereka sudah ditinggalkan orang karena munculnya facebook, dan entah sampai kapan facebook akan booming sampai muncul social network besar berikutnya. Ingat juga kadang kebijakan facebook akan berubah seiring waktu. Ada beberapa pengalaman account facebook yang populer tiba-tiba di-banned tanpa peringatan sehingga kerja keras membangun branding via facebook menjadi sia-sia. Peringkat anda di google sangat baik dan menempati halaman pertama di kata kunci yang anda bidik? Hati-hati juga, google beberapa kali melakukan perubahan algoritma pada sistem perankingannya sepert google panda, penguin dst YANG di masa depan akan terus terjadi.

Berbeda dengan list email, selama anda memiliki dan mengembangkannya, list tersebut akan tetap menjadi milik anda sampai kapanpun. Terlebih jika anda memiliki list email yang merupakan pembaca setia blog atau pelanggan setia produk anda dan percaya dengan anda. Jika terjadi sesuatu misalnya dengan website atau facebook anda, anda dapat dengan mudah mengirimkan email kepada semua orang yang ada pada list tersebut. Jadi kesimpulan dari Jeff Walker, email marketing merupakan salah satu teknik dasar yang terbukti solid dan reliabel dari pengalamannya menjalankan internet marketing sejak 1996.

Jika dipikirkan ada benarnya, berapa banyak dari kita yang sudah bosan memiliki email atau tidak lagi pernah membuka email? Saya rasa semasa manusia masih perlu berkomunikasi email masih akan dibutuhkan, kecuali di masa depan manusia sudah bisa bertelepati 🙂

Keimpulannya, begitu pula dengan email marketing, selama manusia masih mau membuka inboxnya, saya rasa promosi via email (asal jangan bersifat SPAM ya!) masih akan efektif. Pada blog ini juga dibahas beberapa statistik yang mengatakan email marketing belum mati.

Demikian artikel pembahasan mengenai tren email marketing kali ini, yang merupakan teknik internet marketing gaya ‘abad pertengahan’ tapi masih terbukti powerful. Jika teman2 ada pengalaman atau pertanyaan silakan di kolom komentar dibawah 🙂

Hasil Pencarian: