Sebagai pelaku internet marketing, seorang internet marketer menurut saya belum bisa dikatakan sebagai entrepreneur atau businessman, melainkan internet marketer adalah sebuah profesi. Dimana seperti banyak profesi lainnya, banyak juga tantangannya. Mengapa saya katakan sebagai profesi, karena keahlian internet marketing ini sudah mulai dibutuhkan banyak pihak baik pebisnis individu maupun perusahaan besar. Banyak internet marketer yang akhirnya menjadi konsultan dan mendapat bayaran cukup lumayan. Jika anda benar ingin menekuni profesi ini, simak juga artikel saya mengenai ingin terjun full time sebagai internet marketer.

Untuk setiap profesi tentu ada tantangannya masing-masing. Berikut akan saya sharingkan beberapa tantangan utama dari pengalaman saya menjalankan internet marketing dimana saya bagi dalam dua bagian, yaitu tantangan internal dan eksternal.

Lihat juga artikel mengenai tren email marketing

Eksternal

Tantangan yang pasti adalah dari lingkungan anda. Profesi internet marketing masih merupakan sesuatu yang asing (malah saya pernah dikira penjaga warnet, tapi bukan berarti penjaga warnet buruk ya, hanya saja jauh dari kata relevan dengan profesi saya) dan kelihatan kurang menjanjikan. Berbeda dengan profesi lain misalnya fotografer, desainer, penata rias atau lainnya yg lebih ‘kelihatan’. Apalagi produk yang anda jual bersifat ‘abstrak’ berupa software atau e-book, misalnya. Wajar jika lingkungan dan bahkan keluarga sering membandingkan profesi anda dengan profesi lain. Tidak sedikit pula yang meremehkan potensi penghasilan seorang Internet marketer. Saya pernah ditanyai paman saya soal aktivitas yang saya lakukan dan berapa penghasilan yang saya dapatkan tiap bulannya. Ya saya katakan sejujurnya (tanpa bermaksud mengurang-ngurangkan, tapi sudah saya kurangi juga 🙂 ) penghasilan rata-rata 1X juta/bulan. Paman saya merespon dengan agak ‘kaget’, ternyata lumayan besar juga katanya diatas pegawai rata-rata. Ya memang orang-orang sekitar seperti keluarga perlu kita edukasi tentang apa yang sebenarnya kita lakukan dan potensi penghasilannya. Anda pun mungkin akan mendapatkan pertanyaan yang sama suatu saat nanti.

Mudah-mudahan respon lingkungan ini tidak meruntuhkan mental anda, karena di Indonesia masih umum membandingkan pekerjaan antar keluarga. Jadikan ini sebagai motivasi tambahan bagi anda. Sebab, potensi penghasilannya seorang Internet marketer bisa dikatakan sangat bervariasi, ada yang setara pegawai biasa sampai penghasilan ratusan juta rupiah per bulannya.




Internal

Faktor internal ini berupa faktor yang muncul dari sisi bisnis atau kondisi anda pribadi. Tantangan pertama adalah dari kondisi bisnis. Yang dimaksud kondisi bisnis disini adalah pihak eksternal dimana kita memiliki ketergantungan terhadapnya untuk melakukan aktivitas penjualan di internet. Contohnya jika anda tidak memiliki produk dan bekerjasama dengan supplier, bisa saja supplier anda tida-tiba tidak mensuplai barang, memutus kerjasama, atau bertindak tidak fair. Contoh lain jika anda pelaku adsense, yang menggunakan website anda memasang iklan google, bisa saja nilai bayaran per klik yang anda dapatkan jadi jauh lebih kecil atau ekstrimnya suatu hari tiba-tiba account anda di-banned oleh google tanpa alasan jelas. Atau jika anda memiliki produk sendiri dan berjualan via facebook misalnya, masih ada kemungkinan facebook tiba-tiba memblokir account anda atau merubah kebijakannya yang berpengaruh terhadap omset anda.

Tantangan internal berikutnya adalah pada model bisnis anda. Banyak sekali model bisnis yang bisa diterapkan mulai dari PPC (seperti adsense), menjual produk, menjual software, menjual membership. Memilih model bisnis dan produk akan sangat berisiko bagi kelangsungan bisnis anda. Anda sebaiknya jangan memilih suatu model bisnis dimana anda memiliki ketergantungan terhadap satu pihak untuk bisnis utama anda. Begitu juga dengan produk, yang lebih lengkapnya bisa anda simak pada artikel saya sebelumnya ingin terjun full time sebagai internet marketer.

Terlalu banyak ide juga tidak baik, pengalaman saya mengatakan demikian. Setelah sudah cukup berhasil menjual dengan sistem afiliasi eksklusif, saya ingin mencoba adsense, affiliate marketing via amazon, dst. Hal ini menyebabkan saya sempat tidak fokus dan penghasilan utama jadi tidak optimal. Sebaiknya fokuskan dulu sampai stabil setidaknya 3-5 tahun baru coba model bisnis lainnya.

Intinya, kesimpulan dari saya cobalah luangkan waktu khusus untuk mempersiapkan tantangan-tantangan terutama tantangan internal dan mempersiapkan antisipasi. Jangan berhenti belajar baik dari sumber manapun seperti buku, blog, seminar, workshop atau belajar langsung dengan orang yang sudah sukses. Semoga anda bisa menemukan kesuksesan anda di bidang ini!

Hasil Pencarian: